Tampilkan postingan dengan label Memori . . .. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memori . . .. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

MemBatik

Batik merupakan salah satu kebudayaan kerajinan bernilai tinggi yang dimiliki bangsa Indonesia.

Ternyata mem-batik tidak semudah kelihatannya. Sengaja kami *aku, Maria (adikku), dan Titik (temanku)* mendatangi kampung batik untuk belajar batik. Sebenernya ini karena adikku mendapat tugas dari guru sejarahnya untuk membuat batik, hehe. Setelah mencari info letak kampung batik, kami mendatangi kampung batik. Kami mendatangi salah satu rumah batik yang ada di kampung batik, yaitu Mahkota Batik. Tepatnya berada di jalan Sayangan Kulon No. 9, Laweyan, Solo.


Langkah-langkah pembuatan batik adalah
  1. Membuat pola di kain putih dengan menggunakan pensil.
  2. Menutup pola dengan lilin, menggunakan alat yang namanya canting.
  3. Mewarnai daerah yang tidak ditutup lilin.
  4. Pengeringan kain yang sudah diwarnai.
  5. Dicelupkan pada air panas, untuk menghilangkan lapisan lilinnya.
  6. Bilas menggunakan air dingin.
  7. Pengeringan.
Berikut beberapa foto membuat batik.


Foto men-canting.
    
Maria
Sugih
Titik
Foto proses pewarnaan.

 

Dan inilah foto setelah pewarnaan.


Kamis, 28 April 2011

Berkunjung ke Prambanan

Candi Prambanan terletak di Jawa Tengah, tapatnya di Yogyakarta, kira-kira 40 km dari solo. perjalanan memakan waktu +-2jam dari rumah, xixi..
Hari itu, Sabtu tanggal 19 Maret 2011. Aku dan Diah,sahabatku berkunjung ke Prambanan. Kebetulan waktu itu kami dateng pagi menjelang siang, sekitar pukul 11 mungkin, wah panas banget. Tiket masuk Rp23.000,00 perorang. Didalam tidak diperbolehkan berjualan, sehingga tidak ada pedagang yang menjajakan minuman atau makanan disana, padahal disana panas sekali, dan kami tidak membawa bekal minuman, hufh..bisa terbayangkan betapa hausnya disana. Disana, kami puas berfoto, hehe.. 
antara lain ini hasil fotonya.. ^_^




Kamis, 11 November 2010

Komplikasi

Bahagianya jika bisa terus SEHAT. Tapi orang perlu merasakan "sakit" jika ingin merasakan indahnya "sehat".
Ini kisahku saat merintih di rumah sakit, menjadi pesakitan, dan merasakan ga enaknya infus, suntik, obat.
Pengalaman pahit ini berawal dari hari Jumat, 5 November 2010 yang lalu, setelah selesai kuliah pemodelan. Aku, Ika, Sendy, dan Adi makan mie ayam di belakang kampus. Teman-temanku semua memesan mie ayam jamur, tapi aku ingin mencoba mieso. Kami pun makan bersama-sama. Tidak biasanya aku makan hanya memakai sambal hanya amat sangat sedikit sekali, itu juga karena sariawan, jadi ga brani banyak-banyak.




Sekitar jam 10 kami makan, jam 11 perutku merasakan sakit melilit, tetapi masih tak aku acuhkan. Disaat merasakan melilitnya perutku, aku juga merasakan hawa yang teramat dingin, hingga membuatku menggigil. Aku memakai jaket untuk mengurangi dinginnya, tapi tetap saja tidak ada pengurangan. Aku tampak seperti itu pun, teman-teman tidak ada yang memperhatikan aku , sungguh merananya diriku, hiks.. Oya lanjutin dulu y..
Sekitar jam 1, aku beserta teman-teman (Ika, Dimas, Tanjung, Rizki, Gery) ke GM, itu juga karena terpaksa, karena aku sudah terlanjur janji. JANJI adalah HUTANG, jadi harus ditepati. rencananya mau makan es krim sekalian nemenin Dimas hunting gelas (real gelas). Ga lama di GM, badanku mulai menghangat, setelah kumpul di foodcourt badanku benar-benar panas. Tapi aku masih tetap berusaha untuk ceria, sampai benar-benar tidak kuat lagi, dan akhirnya aku tidak ada daya lagi. Teman-teman bercanda ria aku tetep diam tak berkata-kata, diam seribu bahasa. Salah satu teman mengira aku seperti itu karena BT, padahal sebenarnya aku menahan sakit. Waktu itu hujan turun dengan derasnya, mau pulang juga ga brani. Kami menunggu agak terang, tapi ternyata hujan tidak kunjung reda, dan akhirnya kami nekat pulang karena badanku sudah tidak kuat lagi. Teman-temanku baik hati semua, mereka mengantarkanku pulang dengan ditemani hujan yang lumayan deras (semoga saja mereka tidak dengan terpaksa mengantarkan aku pulang, hehe).
Sampai dirumah, aku langsung berbaring. Pada hari yang sama, jam 9 malam, badanku panas luar biasa, badan rasanya sakit semua, pusing, perut melilit. Kemudian karena dirumah ga ada yang nganter ke rumah sakit, masa' aku naek motor sendiri?y bisa gila.. akhirnya ibuku memanggil becak, aku di antar ibu ke Brayat. Setelah diperiksa dokter jaga, dia bilang aku hanya masuk angin biasa, tapi dia berpesan jika setelah obat habis dan tidak ada perubahan, ke RS lagi untuk cek darah di laboratorium.
Hari minggu pagi, aku  masih belum mengalami perubahan. Lagi-lagi aku di antar ibu dengan naek becak untuk ke RS lagi untuk cek darah. Interval trombosit 150 - 450, sedangkan trombositku cuma 154, jadi dokter langsung mengindikasikan aku terkena gejala DB, dan disarankan untuk mondok 3 hari. Hari pertama di RS, tidak ada hentinya aku bolak-balik ke WC. Fesesku pun dicek, ternyata mengandung bakteri Amoeba. Jadi terjawab sudah, ternyata aku mengidap penyakit disentri Amoeba. Setiap jam 12, siang dan malam, aku diberi 2 suntikan sekaligus di tangan kanan, rasanya sakit disekujur tubuh, karena cairan suntikan itu pekat banget, entahlah apa yang disuntikan itu. Dalam sehari aku mendapat minimal 4 suntikan. Setelah 3 hari, ternyata aku belum boleh pulang, karena keadaanku masih lemah. Setelah 4 hari di RS, aku merasa lumayan baikan, jadi aku nekat pulang, walau sebenarnya dokter belum memperbolehkan untuk pulang.




Itulah kisah sedihku, dan yang dapat aku ambil hikmahnya JANGAN JAJAN SEMBARANGAN!


t a m a t . . .

Selasa, 02 November 2010

ing Ngarsopuro

Ngarsopuro merupakan salah satu tempat di kota Solo yang layak dikunjungi dan dijadikan obyek untuk foto-foto. Selain itu Ngarsopuro digunakan untuk melestarikan budaya Solo. Ngarsopuro terletak di Mangkunegaran, Surakarta. Letaknya yang strategis, menjadikannya ramai dikunjungi. Tidak hanya malam hari yang indah karena banyak hiasan lampu-lampu, siang hari pun tak kalah ramainya.


Disini terdapat banyak tempat duduk yang sangat nyaman untuk kumpul dengan teman-teman atau dengan keluarga.

Di tengah-tengah tempat duduk ada tiang dengan ujungnya terdapat lampu. Pada kanan-kiri tempat duduk ada tiang dengan ujungnya banyak sangkar burung. Pada malam hari lampu-lampu pada sangkar burung tersebut akan menyala.

Pada kiri kanan jalan terdapat gapura-gapura dengan jarak beberapa meter antar gapura.
Banyak patung-patung berbentuk topeng bernuansa Jawa banget. Bagus kan.. ^^
Patung-patung besar pun ikut meramaikan indahnya sepanjang jalan Ngarsopuro, terlihat pada foto.
Selain patung-patung besar, terdapat juga patung-patung dalam ukuran lebih kecil. Masing-masing patung membawa alat musik yang berbeda.

Ah, sayang banget ya kalo tempat sebagus ini, dinodai oleh tangan-tangan jail yang mencorat-coret patung dan tembok. hufh..

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sahabat ^_^

Indahnya persahabatan tidak akan pernah pudar. Persahabatan terjadi secara tidak sengaja, dimulai dengan perkenalan, menjadi teman, kemudian meningkat menjadi sahabat.




Tidak hanya sekedar menjadi teman bersenang-senang, tetapi juga saling memberi support. Kami memberikan perhatian satu sama lain walaupun dengan hal-hal kecil, tapi kami percaya dengan perhatian kecil itu, kami akan tetap kuat dan dapat tetap melestarikan persahabatan kami. Tetap pertahankan persahabatan kita girlz!!




Thanks for my best friend's : Tatik, Novi, Titik, Christina. ^^

Kamis, 28 Oktober 2010

Narsiz in Segorogunung

Ini cerita waktu berkunjung ke Segorogunung, Tawangmangu (Rabu,20 Oktober 2010). Sebenernya tujuan kesana mau mengadakan penelitian guna membuat proposal PKMP, tapi nyatanya kami bersenang-senang karena pemandangannya indah banget, dan berpegel-pegel ria karena jalannya terjal sangadh. Tampaknya kami benar-benar menikmatinya, haha.. Berikut ini ditampilkan beberapa foto yang layak di pamerkan.
Oya sekaliyan memperkenalkan oknum2 yang terlibat di dalamnya.
Cewe yang berkaos biru tua keunguan itu jelas sudah tau ya, itu aku, biasa di panggil teman2 dengan sebutan Hokki.
Yang mengenakan kaos putih itu namanya Ika, diya cewe lho y..
Mungkin ak ma ika mau menunjukkan letak Solo??haha..
Seseorang yang diapit dua cewe cantik ini adalah Adi. =P
Sedangkan cewe yang berbaju biru toska dan berjilbab biasa dipanggil Sendy.
Ini foto sangat bagus sekali, sayang wajah semua oknumnya tidak kelihatan.hehe, sepertinya disengaja oleh fotografernya (yaitu aku) hahaha..
Yang terlibat dalam perjalanan ini adalah Ika, Sendy, Adi, Tanjung, Anis, Kartini, Rizky, dan tentunya aku donk, tapi aku jelas tidak ada dalam foto bersama itu, kan aku yang moto..
Menyenangkan pergi touring bersama-sama seperti ini, mungkin kelak akan diulang lagi..
Tunggu tanggal mainnya ya.. ^ ^